Label

Senin, 04 Januari 2010

Kilang migas Cepu


Unit Kilang (Crude Oil Distillation Unit “CDU”) PUSDIKLAT MIGAS Cepu

Pengolahan minyak mentah (crude oil) di PUSDIKLAT MIGAS Cepu dilaksanakan dengan sistem Crude Distillation Unit (CDU). Proses ini menggunakan distilasi atmosferik, yaitu proses pengolahan minyak mentah berdasarkan trayek titik didihnya untuk menghasilkan fraksi-fraksi minyak yang diinginkan dan beroperasi pada tekanan rendah (sedikit diatas tekanan atmosfer, P ≤ 1,5 Kg/cm2).

Bahan Baku dan Produk

Crude oil merupakan campuran yang sangat kompleks dari senyawa-senyawa hidrokarbon dan sedikit unsur belerang, nitrogen, oksigen, logam-logam dan garam-garam mineral yang sebelum diproses di kilang harus dipisahkan terlebih dahulu agar tidak menggangu proses dan mengurangi mutu produk.
Minyak mentah yang diolah di kilang PUSDIKLAT MIGAS Cepu berasal dari sumur-sumur minyak di sekitar Cepu yaitu Lapangan Kawengan, Ledok, Nglobo, dan Semanggi yang berada di bawah naungan Pertamina UEP III Cepu. Pengelolaan sumur minyak tersebut oleh Pertamina UEP III didasarkan pada SK Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 0177 K/1987 tanggal 5 maret 1987. Minyak mentah yang dihasilkan sumur-sumur minyak, menurut kandungannya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.Crude oil paraffinis (crude oil yang berasal dari Kawengan), adalah crude oil yang susunan hidrokarbonnya sebagian besar terdiri dari senyawa hidrokarbon dengan struktur yang sederhana, dengan ditandai adanya rantai atom-atom karbon yangtersusun dalam rantai jenuh dan terbuka. Sifat fisiknya antara lain :
- Fraksi beratnya banyak mengandung lilin.
- Sedikit mengandung asphalt.
- Mutu gasoline oktan numbernya rendah.
- Mutu kerosine dan solarnya baik.
2.Crude oil asphaltis (crude oil yang berasal dari Ledok), adalah crude oil yang susunan hidrokarbonnya sebagian besar terdiri dari senyawa hidrokarbon tertutup atau siklis (naftenis maupun aromatis), ditandai dengan sifat-sifat fisik antara lain :
- Mutu gasoline oktan numbernya tinggi
- Mutu kerosin, titik asapnya rendah
- Residunya bersifat asphaltis
- Cocok untuk dibuat asphal dan tidak mengandung lilin.
Jenis crude oil yang diolah di Unit Destilasi PUSDIKLAT MIGAS Cepu berupa crude oil campuran antara crude oil Kawengan yang mempunyai titik tuang tinggi (High Pour Point Oil/HPPO) dan crude oil Ledok yang mempunyai titik tuang rendah (Low Pour Point Oil/LPPO) dengan perbandingan 75 % : 25 %. Kapasitas kilang adalah 600 m3/hari, kapasitas operasi kilang saat ini adalah 350 m3/hari.
Produk yang dihasilkan oleh unit pengolahan PUSDIKLAT MIGAS Cepu adalah sebagai berikut:
1.Pertasol (Pertamina Solvent) :
- solvent ringan (Pertasol CA)
- solvent sedang (Pertasol CB)
- solvent berat (Pertasol CC)
Fungsi pertasol sebagai pelarut dalam industri cat dan kosmetik.
2.Kerosine
Kerosine digunakan untuk minyak lampu atau kompor.
3.Solar
Solar digunakan sebagai bahan bakar diesel.
4.PH (Paraffin High) Solar
PH (Paraffin High) Solar digunakan sebagai feed pada wax plant.
5.Residu
Residu digunakan sebagai bahan bakar pada industri.
Produk-produk tersebut selain diperdagangkan juga dimanfaatkan sebagai bahan penukar panas pada Heat Exchanger (HE), yaitu solar pada HE I dan residu pada HE II dan III.

sumber: http://khairurais.blog.uns.ac.id/2009/04/17/unit-kilang-crude-oil-distillation-unit-cdu-pusdiklat-migas-cepu/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar